Bus Romance

‘Kesempatan terus datang, hanya waktu yang belum berkata sekarang’

Itulah kata-kata yang terus berdengung di pikiranku belakangan ini. Sudah satu bulan aku memperhatikannya didalam bis ini. Selama itupun ada beberapa kesempatan yang terus terlihat. Kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, kesempatan untuk mengetahui lagu apa yang sedang dia dengarkan di walkman nya itu. Hanya saja waktu yang belum mengizinkan. Entah, waktu yang tidak mengizinkan atau keberanian dalam dirikulah yang tidak mengizinkannya. Kemarin lusa seperti biasa. Dia memasuki bis dengan headset yang terpasang dikedua kupingnya, menyapa supir bus yang membukakan pintu, dan memberikan sedikit senyumnya kepada setiap penumpang yang dia lewati. Jika aku harus mentafsirkan dirinya, dia itu layaknya matahari kecil yang berjalan menelusuri planet kecilnya. Menyinari setiap sudut demi memberikan arti layaknya senyuman kecil terhadap sesama.

I don’t know anything about her, not even her name. But everytime i looked at her smile, i can’t help but be charmed by her.

Hari ini hujan deras mengguyur kota ini. Bis yang biasa aku naiki setiap hari inipun lebih ramai dari hari biasanya. Hari sibuk bagi orang banyak, hari senin. Posisi bangku favoritnya sudah di tempati oleh orang lain. Yang tersisa hanyalah bangku di belakang bis ini, tepat di sampingku. Apakah dia yang akan duduk di sampingku? Akankah kesempatan itu datang lagi hari ini? ‘Kalau memang iya kesempatan itu datang, tak sabar aku ingin berkenalan dengannya.’ Itulah angan terbesarku yang tidak kunjung terealisasikan.

Comments

Popular posts from this blog

5W+1H

Playlist

10:48