Posts

Showing posts from 2015

Playlist

'look outside at the raincoats coming, say OH!’ A-Punk, beat lagu yang catchy ini mengiringi langkah beratku untuk pergi ke perpustakaan kampus. Vampire Weekend, band indie rock asal Amerika favoritnya Karina. Dia yang memaksaku memasukkan lagu-lagu mereka kedalam iPodku. Sebelum aku berangkat ke Kota ini tahun lalu, dia bilang “Playlist gue di iPod lo jangan di hapus ya. Tahun depan aja baru didenger, pas lagi kangen-kangennya.” Karina, seorang wanita yang selalu aku utamakan setelah ibuku. Aku dan dia sudah saling mengenal semenjak kami menginjak sekolah dasar. Dia sudah kuanggap seperti kakakku. Sebenarnya aku mempunyai kakak perempuan, Irisha Nabila namanya. Dia merupakan salah satu alasan mengapa aku ingin bermain piano. “Pokoknya nanti pas kamu udah handal main pianonya, kita duet piano.” Entah mengapa aku menuruti apa katanya, mungkin karena aku melihat keseriusan dari mata Iris pada saat itu dan juga aku ingin membahagiakan dirinya. Tetapi keesokan ha...

Casting sign!

Aku jatuh cinta kepada sahabatku sendiri disaat orang yang sering aku sebut sebagai cinta pertamaku hilang tanpa jejak, bagaikan ditelan laut dan dicampakkan langit. Bukan berarti sepenuhnya aku telah melupakanmu. Hanya saja benar kata orang-orang bahwa cinta pertama itu akan terus melekat dihati walaupun pada akhirnya cinta pertama itu harus pergi. Dan juga bukannya aku tidak mencintai pasanganku sekarang, hanya saja aku tidak bisa munafik bahwa hati kecilku terus memikirkan bahkan mungkin masih mencintaimu, wahai wanita misterius . Wanita yang lebih tua dariku. Wanita yang aku ajak berkenalan dengan susah payah lima tahun lalu. Wanita yang aku kagumi. Wanita yang hobinya jalan-jalan dan menghabiskan uang dan wanita yang sering aku sebut-sebut sebagai cinta pertamaku. ‘ What kind of spell did you cast on me five years ago?’

Bus Romance

‘Kesempatan terus datang, hanya waktu yang belum berkata sekarang’ Itulah kata-kata yang terus berdengung di pikiranku belakangan ini. Sudah satu bulan aku memperhatikannya didalam bis ini. Selama itupun ada beberapa kesempatan yang terus terlihat. Kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, kesempatan untuk mengetahui lagu apa yang sedang dia dengarkan di walkman nya itu. Hanya saja waktu yang belum mengizinkan. Entah, waktu yang tidak mengizinkan atau keberanian dalam dirikulah yang tidak mengizinkannya. Kemarin lusa seperti biasa. Dia memasuki bis dengan headset yang terpasang dikedua kupingnya, menyapa supir bus yang membukakan pintu, dan memberikan sedikit senyumnya kepada setiap penumpang yang dia lewati. Jika aku harus mentafsirkan dirinya, dia itu layaknya matahari kecil yang berjalan menelusuri planet kecilnya. Menyinari setiap sudut demi memberikan arti layaknya senyuman kecil terhadap sesama. I don’t know anything about her, not even her name. But everytime i looked...

5W+1H

Hello! Ga pernah muncul ide buat bikin blog atau nulis blog atau apapun itu yang berhubungan dengan blog sampai 15 menit yang lalu. Temen gue bilang "taro tulisan lo di blog" Kalo ditanya, suka nulis, iya gue suka. Sebenarnya ide menulis gue ini muncul dari keseringan membaca buku. Entah, buku apa aja. Udah dari lama sih, tapi emang benar ya katanya, kalau banyak baca buku itu bisa menciptakan rasa ingin menulis?  Well, di post ini gue coba melanjutkan potongan cerita dari 'seseorang'. Gue coba rubah cerita yang dia post di blog nya dari pandangan gue sendiri. Pandangan orang awam. Pandangan orang yang sok-sokan menulis hanya karena suka baca buku. Pandangan yang sempit. Dan cerita ini berjudul, 5W+1H. Yuk silahkan di cek, ini part pertama yang berjudul When and Where. D an jangan lupa buat temen-temen yang sempet-sempetin baca mohon feedback nya. Sorry kalo di blog ini berantakan, soalnya copas dari ms word. Dan.. well, this is barely my...