Playlist
'look outside at the
raincoats coming, say OH!’
A-Punk,
beat lagu yang catchy ini mengiringi
langkah beratku untuk pergi ke perpustakaan kampus. Vampire Weekend, band indie rock asal Amerika favoritnya Karina.
Dia yang memaksaku memasukkan lagu-lagu mereka kedalam iPodku. Sebelum aku
berangkat ke Kota ini tahun lalu, dia bilang
“Playlist
gue di iPod lo jangan di hapus ya. Tahun depan aja baru didenger, pas lagi
kangen-kangennya.”
Karina,
seorang wanita yang selalu aku utamakan setelah ibuku. Aku dan dia sudah saling
mengenal semenjak kami menginjak sekolah dasar. Dia sudah kuanggap seperti
kakakku. Sebenarnya aku mempunyai kakak perempuan, Irisha Nabila namanya. Dia merupakan
salah satu alasan mengapa aku ingin bermain piano.
“Pokoknya
nanti pas kamu udah handal main pianonya, kita duet piano.”
Entah
mengapa aku menuruti apa katanya, mungkin karena aku melihat keseriusan dari
mata Iris pada saat itu dan juga aku ingin membahagiakan dirinya. Tetapi
keesokan harinya aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai saat ini.
Mungkin karena waktu itu aku masih kecil, tidak mengerti problematika yang dia
alami. Yang kutahu dia pergi meninggalkan Indonesia bersama temannya ke negeri Sakura
secara diam-diam tanpa kabar. Terpukul akan kejadian itu, aku sempat berhenti
mengagumi dan memainkan piano selama setahun. Sedih merasa dikhianati. Disaat itulah
sosok Karin berubah didepan mataku. Perlahan dia menjadi sosok Iris untukku. Semua
masalah dan juga kejadian-kejadian yang membuatku menjadi berat, aku ‘tumpahkan’
ke dia. Bukan berarti aku membawa-bawa dia kedalam masalah yang aku alami,
hanya saja dia bersedia ‘menyodorkan bahunya’ untuk aku bersandar, bercerita,
memberikan solusi akan semua masalah yang sedang aku alami. Dia juga sering
membantu ibuku dirumah. Entah belanja, memasak bahkan beres-beres rumah. Tidak tahu
mengapa dia melakukan semua itu kepadaku dan keluargaku. Yang jelas aku sangat berterimakasih
padanya sampai saat ini masih menjadi sahabatku. Karin, sungguh playlist yang kau tinggalkan di iPodku
ini membuat aku rindu padamu, wahai sahabat.
lanjutkeun...
ReplyDelete